PHBM

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) adalah salah satu bentuk tanggungjawab sosial Perum Perhutani berupa pemberdayaan masyarakat desa hutan.  PHBM merupakan sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan Perum Perhutani bersama masyarakat desa hutan dan atau stakeholder lainnya dengan jiwa berbagi sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional.

Sistem PHBM ditetapkan pada tahun 2001 dengan kerangka dasar  Perhutanan Sosial yang prinsipnya bersama, berdaya, berbagi dan transparan.  Pemberdayaan masyarakat ini khusus diarahkan ke desa-desa hutan yaitu desa-desa yang berbatasan dengan kawasan hutan Perum Perhutani dan kehidupan masyarakatnya sangat tergantung dengan sumberdaya hutan. Ruang lingkup PHBM adalah kegiatan pemberdayaan di dalam dan di luar kawasan hutan,  berbasis lahan maupun bukan lahan dengan mempertimbangkan skala prioritas yang ditetapkan melalui perencanaan partisipatif.

Dalam PHBM, masyarakat desa hutan tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang resmi berbadan hukum, memiliki AD/ART serta merepresentasikan masyarakat desa hutan. Anggota LMDH umumnya para petani penggarap yang sebelumnya tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) dan anggota masyarakat lain yang peduli terhadap kelestarian hutan. Lembaga inilah yang secara administratif melakukan kerjasama kemitraan dengan Perum Perhutani dalam aktivitas pengelolaan sumberdaya hutan.  LMDH juga aktif memfasilitasi masyarakat untuk menumbuh-kembangkan budaya dan tradisi pengelolaan sumberdaya hutan di lahan-lahan desa.

Perencanaan PHBM di setiap unit kerja tidak top down tetapi participatory approach sesuai kebutuhan masing-masing wilayah, menggunakan metode Pengkajian Desa secara Partisipatif (PDP).  Perum Perhutani menganut prinsip community based forest management (CBFM) dan resources based forest management (RBFM) artinya bahwa pengelolaan sumberdaya hutan tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan perusahaan tetapi juga kepentingan masyarakat, sehingga pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar hutan mulai dari perencanaan, pengelolaan sampai pengawasannya. Selain itu kerjasama kemitraannya tidak terbatas untuk hasil hutan kayu dan non-kayu saja tetapi meliputi pengelolaan  sumberdaya hutan yang terkandung di dalam dan di permukaan lahan hutan seperti: sumber air, galian C, agribisnis, wisata alam dan aktivitas lain sesuai aturan yang berlaku.  Manfaat yang diterima masyarakat dalam PHBM berupa pembagian hasil atau production sharing disepakati dan ditetapkan sesuai dengan nilai dan proporsi input faktor produksi yang dikontribusikan oleh masing-masing pihak yaitu Perum Perhutani, masyarakat desa hutan dan atau pihak yang berkepentingan pada setiap aktivitas pengelolaan yang dikerjasamakan.

Sejak tahun 2001 sampai tahun 2014 Perum Perhutani telah bekerjasama dengan 5.390 Desa Hutan di Jawa Madura melalui sistem PHBM ini.  LMDH yang terbentuk mencapai 5.289 unit dengan anggota 1.175.789 orang dan 995 Koperasi di desa hutan.   Luas kawasan hutan Perum Perhutani yang dikerjasamakan dengan LMDH lebih kurang 2.216.225 Ha.

Dampak positif  PHBM antara lain (data 2014):

  • Dana bagi hasil dari produksi kayu dan non-kayu Perhutani 2013 mencapai Rp 32,40 miliar
  • Dana bagi hasil dari produksi kayu dan non-kayu Perhutani 2014 mencapai Rp 40,5 miliar
  • Produksi padi, jagung dan tanaman pangan lain dari hutan 258.979 ton senilai Rp 771 Miliar;
  • Keterlibatan 276.594 orang sebagai tenaga kerja di hutan dengan pendapatan Rp 345,8 miliar;
  • Pembinaan 3.334 jenis usaha produktif untuk LMDH.
  • Pembagian satu juta bibit kepada masyarakat untuk penghijauan lahan kritis

Perum Perhutani juga aktif melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program lainnya seperti:

  • Koordinator 19 BUMN untuk sektor Pelestarian Alam dan Lingkungan sejak 2012
  • Program  Integrated Farming System untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sesuai Nawa Cita
  • Program Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan berbasis Korporasi (GP3K) dengan realisasi panen komoditas padi 112.876 ton, Jagung 71.316 ton dan Kedelai 4.535 ton

copyright©2015