255 Pahlawan Penghijauan Terima Penghargaan Wana Lestari

INDOPOS, JAKARTA – Sebanyak 255 orang menerima penghargaan Wana Lestari dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kemarin (18/8). Mereka dinilai telah berhasil melaksanakan, mengajak, dan menggerakkan masyarakat dalam kegiatan pelestarian hutan dan alam serta pemberdayaan masyarakat. Penghargaan tersebut didasarkan pada prestasi yang dicapai dalam pembangunan kehutanan melalui Lomba Wana Lestari 2013.

Penerima penghargaan terdiri dari penyuluh kehutanan (PK), kelompok tani hutan (KTH), desa/kelurahan peduli kehutanan, sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang melaksanakan program kecil menanam dewasa memanen (KMDM).

Selain itu, penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM), kader konservasi alam (KKA), kelompok pecinta alam (KPA), polisi kehutanan (Polhut), petugas penyidik pegawai negeri sipil (PPNS), dan kategori binaan Perum Perhutani lainnya.

Para penyuluh kehutanan yang memperoleh penghargaan sebanyak 28 orang, kelompok tani hutan 29 orang, desa/kelurahan peduli kehutanan berjumlah 25 orang, sekolah yang melaksanakan kegiatan KMDN 25 orang, dan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat 27 orang.

Sedangkan kader konservasi alam 29 orang, kelompok pencinta alam 31 orang, polisi kehutanan 6 orang, dan penyidik PNS sebanyak 6 orang. KPH Perum Perhutani 3 orang, BKPH Perhutani 3 orang, RPH Perhutani 3 orang, mandor pendamping PHBM Perhutani 3 orang, mandor tanam Perhutani 3 orang, LMDH Perhutani 3 orang. Sedangkan industry primer hasil hutan Prima Wana Mitra 19 orang dan koperasi/ kelompok tani Prima Wana Mitra 12 orang.

Penyuluh kehutanan terbaik I diraih oleh Sri Murdayati dari Dinas Kehutanan Kabupaten Sleman DIY. Kelompok Tani Hutan terbaik I diraih KTH Bina Wana dari desa Tribudi Sukur Kabupaten Lampung Bar at. Desa Peduli Kehutanan terbaik I diraih Desa Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Peraih Program Kecil Menanam Dewasa Memanen Terbaik I adalah SDN Cibubur 11 Pagi Jakarta Timur.

Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat Terbaik I diraih Cipto Handoyo dari Desa Pesantren Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.Kader Konservasi Alam Terbaik I diraih oleh Kusno dari Desa Baseh Kecamatan kedung Banteng Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Kelompok Pencinta Alam Terbaik I diraih Kelompok Penyelam at Lingkungan Burung Cenderawasih “Deray Jaya” dari Kepulauan Yapen, Papua. Polisi Kehutanan Terbaik I diraih oleh Sumaryana dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan DI Yogyakarta. PPNS Terbaik I diraih Zainal Arifin Balai Besar KSDA Papua. KPH Perhutani terbaik I diraih KPH Kebon Harjo Perhutani Unit I Jateng, BKPH terbaik I diraih BKPH Dagangan KPH Madiun, dan RPH terbak I diraih RPH Awar-awar KPH Nganjuk.

Mandor pendamping PHBM terbaik I oleh Iwan Siswandi dari KPH Bandung Utara Unit III Jabar dan Banten, mandor tanam perhutani terbaik I oleh Suyono dari KPH Gundih Unit I Jateng, dan LMDH terbaik I diraih Rahayu Tani dari KPH Bandung Selatan.

Kepada para pemenang, Menhut menyatakan bangga. Sebab, peran mereka telah menunjukkan keberhasilan dan dampak nyata dalam kegiatan pelestarian hutan dan konservasi dalam serta kesejahteraan masyarakat.

Penyuluh kehutanan telah berhasil memberdayakan sejumlah kelompok tani dalam mengembangkan berbagai usaha kehutanan, memfasilitasi kemitraan serta upaya rehabilitasi hutan dan lahan, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat serta kelestarian hutan dan lingkungan.

“Kita menyaksikan di beberapa kelompok tani, secara swadaya telah berhasil menyediakan bibit tanaman berjuta-juta batang untuk rehabilitasi hutan dan lahan,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta. Menurut Zulkifli, keberadaan penyuluh swadaya saat ini sangat strategis dan diharapkan dapat menjadi mitra kerjapenyuluh PNS di lapangan. “Oleh sebab itu jumlah penyuluh swadaya saat ini perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Kepada para Kepala KPH, Kepala BKPH, dan Kepala KPH Perhutani, mandor pendamping PHBM, mandor tanam, dan LMDH, Menhut juga menyatakan apresiasinya karena peran penting mereka dalam menjaga kelestarian hutan dan menjamin ketersediaan produksi kayu, serta mendukung pembangunan kehutanan lainnya.

Ia menyampaikan, khusus tahun ini, kegiatan penghargaan Prima Wana Mitra Industri dan Kelompok Tani Mitra yang tergabung dengan peserta Prima Wana Mitra diharapkan menjadi ajang berbagi pengala man (sharing) dengan berbagai lapisan baik sektor usaha pemerintah maupun masyarakat.

“Dengan demikian cara pandang para pengusaha industri kehutanan akan lebih luas dalam mengelola usahanya. Saya berharap juga bahwa untuk tahun-tahun yang akan datang akan diikuti Wana Mitra Industri dan Kelompok Tani Mitra,” katanya.

Menhut berpesan, sebagai agen perubahan, mereka diharapkan dapat membagikan informasi dan menularkan semangat pengabdian kepada kawan-kawan lain di daerah guna mewujudkan hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Media : Indopos | 19 Agustus 2013 | Hal. 3