Jati Stek Pucuk Miliki Ekonomi Tinggi

Tanaman jati stek pucuk yang lebih dikenal dengan Jati Plus Perhutani (JPP) di Pemalang memiliki nilai ekonomi tinggi, karena bisa panen tiga kali dibandingkan umur jati biasa. Keberhasilan tanaman JPP di wilayah KPH Pemalang yang kini mencapai 4.000 hektare itu menarik para mantan Dirut Perhutani dan mantan petinggi Kementerian Kehutanan yang tergabung dalam rombongan wisata Jati Tour, kemarin.

Rombongan wisata Jati Tour dipimpin Wardono Saleh sampai ke lokasi tanaman JPP Petak 49.A, RPH Kelapanunggal, BKPH Bantarsari, KPH Pemalang menggunakan sebuah bus. Mereka tanpa banyak sambutan seremonial melihat dari dekat hasil tanaman JPP. Didampingi Kepala Unit I Jateng Ir Teguh Hadi Siswanto dan ADM KPH Pemalang, Ir Teddy MSi.

Di Petak 49a terdapat tanaman JPP seluas 10 hektare yang ditanam pada 2003. Kini sudah berumur 9 tahun dan sudah sekali mendapatkan penjarangan pada 2008. ADM Perum Perhutani KPH Pemalang melalui Humas Mudro Wiharjo mengungkapkan, tanaman JPP memiliki kelebihan pertumbuhan dan kualitas dibandingkan jati biasa. Jika jati biasa baru bisa diproduksi ketika berumur 60 tahun, untuk JPP membutuhkan waktu siap produksi pada usia 20 tahun.

ā€¯Nilai ekonominya sangat tinggi. Dalam waktu 60 tahun JPP bisa diproduksi selama tiga kali. Sedangkan jati biasa cuma sekali. Harga jati stek pucuk sama dengan jati biasa,ā€¯ kata Mudro.

Postur Lurus
Kelebihan lainnya, JPP memiliki postur pohon yang lurus. Sangat disukai oleh konsumen. Karena bagus digunakan untuk bahan mebeler atau bagunan rumah. Sedangkan jati biasa umumnya bercabang-cabang. Luas tanaman JPP di Pemalang keseluruhan mencapai 4.000 hektare.

Ditambahkannya, berdasarkan sensus pohon yang dilakukan pada Desember 2009 setelah dilakukan penjarangan pada 2008, tanaman JPP di petak 49.A masih memiliki standing stock 69 m3/ha. Sementara target produksi yang akan didapat pada 2013 mencapai 400 pohon, volume 36.757 m3. Sedangkan standing stock jumlah pohon 5.518 volume 1.181.609 m3. Tinggi pohon 25,4 cm dan keliling rata-rata 69,2 cm. (sf-15)

SUARA MERDEKA :: 26 April 2012, Hal. 29