Pinjam BNI, Investasi Pabrik Plywood di Kediri

Perum Perhutani menginvestasikan dana Rp 700 miliar di perusahaan modal asing (PMA) industri furniture di Tegal serta pembangunan pabrik derivat gondorukem dan terpentin di Pemalang, serta pabrik plywoood di Pare, Kediri.

”Yang sudah kami realisasikan Rp 350 miliar,“ kata Direktur Keuangan Perum Perhutani, ANS Kosasih di sela penandatanganan kredit dengan Dirut Bank BNI, Gatot M Suwondo, Senin (19/12).

Rinciannya, Rp 99 miliar untuk penyertaan di PMA industri furniture berskala global, pendirian pabrik derivatif gondorukem dan terpenting sekitar Rp 208 miliar, dan pendirian pabrik plywood sekitar Rp 43 miliar.

Sekitar 65 persen dari Rp 350 miliar ini dibiayai melalui kredit perbankan BNI. Perum Perhutani memperoleh bunga yang baik dengan tenor tiga tahun din bisa diperpanjang.

Direktur Utama Perhutani, Bambang Sukrnananto menambahkan, fasilitas kredit dari BNI itu dapat memenuhi kebutuhan investasi produktif Perhutani 2011, sebesar Rp 700 miliar. Sisa investasi itu dipenuhi oleh perusahaan.

Pembangunan pabrik plywood di Pare, Kediri, akan dilakukan di atas lahan seluas 8,3 hektare, setelah melihat bahan baku sengon Perhutani KPH Kediri tersedia cukup banyak.

Kapasitas pabriknya mencapai 48.000 m3 log per tahun dengan output 24.000 m3 plywood per tahun. Pasar utamanya 70 persen, antara lain Jepang, sisanya dipasarkan di dalam negeri. (ant)

Surya :: Selasa, 20 Desember 2011 Hal. 4